Aku ingat waktu masih kanak-kanak dulu, aku dan adik suka sekali berantem. Apa saja kami perebutkan. Apalagi makanan. Entah mengapa dulu kami suka sekali berantem. Mungkin karena waktu itu kami belum tau arti sesungguhnya persaudaraan ya, Mam? Mama sering mengajari kami dalam hal kebaikan demi kami. Dulu aku berpikir, ah, bukankah sudah seharusnya Mama sebagai orang tua bersikap demikian? Sekarang setelah dewasa aku sadar, itu merupakan salah satu wujud cinta kasih Mama pada kami.
Mama, lewat kata-kata ini aku mau minta maaf sebesar-besarnya kepada Mama. Aku sering sekali membuat Mama marah, sedih dan kecewa kepadaku. Aku juga sering merasa iri kepada adik, karena aku pikir Mama pilih kasih. Mama hanya sayang kepada adik dan mengabaikan aku. Karenanya aku sering bertingkah macam-macam untuk mendapatkan perhatian Mama. Apakah Mama marah? Mama selalu saja memaafkan aku betapa pun besarnya kesalahanku.
Lewat kata-kata ini aku juga ingin menyatakan betapa beruntungnya aku dan adik karena Allah menganugerahkan kepada kami seorang mama yang begitu hebat seperti Mama, yang begitu besar kasih sayangnya sehingga rela berkorban apa saja bagi kami. Mama yang selalu ada di saat suka, apalagi duka, yang selalu menjaga dan melindungi kami dari bahaya yang mengancam bahkan sampai sekarang serta mempunyai hati seluas samudera yang mampu memaafkan sebesar apapun kesalahan kami.
Terima kasih Mam, untuk cinta Mama selama ini. Aku mewakili adik menyatakan kami sayang Mama.




0 komentar:
Posting Komentar